Kamis, 10 Oktober 2019

PENGALAMAN MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA


PENGALAMAN MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA

               Saya memiliki teman yang bernama Riva Danu Vargana, kita berdua ini teman satu sekolah hanya saja berbeda jurusan, saya jurusan MIPA dan dia IPS, singkat cerita dia sakit selama beberapa bulan dan dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, saya dan semua teman Riva merasa cemas karena Riva tidak kunjung pulang, karena jarak dari Cirebon ke Bandung itu jauh jadi kamu menunggu Riva kembali pulang kerumah, hari demi hari berlalu salah satu teman saya yang bernama Sukma dan Ofi ke Rumah Sakit tersebut demi melihat kondisi Riva. Saya dapat kabar dari Sukma bahwa Riva sakit kanker paru-paru, Riva tidak sadar diri, Riva koma. Lalu Sukma dan Ofi kembali pulang ke Cirebon dan mengumpulkan teman-temannya Riva, diperkumpulan ini Sukma dan Ofi membahas tentang kondisi Riva yang sangat memprihatinkan dan Sukma dan Ofi mengadakan galang dana di lampu merah pertama Kota Cirebon.

               Saat itu pada hari libur sekolah yaitu hari Sabtu dan Minggu kami semua menggalang dana untuk meringankan beban keluarganya, disaat menggalang dana tersebut saya dan teman saya yang bernama Diah Ajeng bertemu dengan anak kecil yang bernama Fahad berumur 8 tahun yang sedang mengemis. Saat saya dan teman saya mengajak Fahad ngobrol, ternyata Fahad tidak mengerti apa yang kita bicarakan karena dia tidak mengerti Bahasa Indonesia dan keseharian dia berbicara Bahasa Cirebon.

4 komentar:

  1. Kalimat "meringankan beban keluarganya" menurut saya alangkah baiknya pakai titik bukan koma. Kan kalimat "disaat menggalang dana " itu menjadi kalimat baru.

    BalasHapus
  2. Menurut saya, kata "ngobrol" dalam kalimat "saat saya dan teman saya mengajak Fahad ngobrol" harusnya "mengobrol" soalnya dari cerita diatas kalimat nya sudah baku jadi lebih bagus nya kalau baku semua.

    BalasHapus