Sabtu, 06 Juni 2020

TM 14 Penulisan Populer (Tajuk Rencana)

TM 14

Nama: Ajeng Iranda
NPM: 119050003
Kelas: 1A
Mata Kuliah: Penulisan Populer
(Tajuk Rencana)

KELUHAN MAHASISWA MENGENAI KULIAH ONLINE
Akhir-akhir ini berbagai negara di dunia, tengah dikejutkan dengan wabah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus bernama corona atau lebih dikenal dengan istilah covid 19 (Corona Virus Diseases 19). Virus ini awalnya mulai berkembang di Wuhan, China. Wabah virus ini memang penularannya sangat cepat menyebar ke berbagai negara di dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah penyebaran virus covid 19 sebagai pandemi dunia saat ini.
Sudah banyak orang di seluruh dunia yang terpapar dengan virus ini, bahkan menjadi korban kemudian meninggal dunia. Wabah virus ini telah memakan banyak korban seperti tercatat di negara Tiongkok, Italia, Spanyol dan negara besar lain di dunia. Penyebaran virus ini pun sulit dikenali, karena virus ini baru dapat dikenali sekitar 14 hari. Namun, orang yang telah terpapar dengan virus ini memiliki gejala seperti demam di atas suhu normal manusia atau diatas suhu 38 C, gangguan pernafasan seperti batuk, sesak nafas serta dengan gejala lainnya seperti gangguan tenggorokan, mual, dan pilek. Apabila gejala tersebut sudah dirasakan, maka perlu adanya karantina mandiri (self quarantine).
Penyebaran virus covid-19 menjadi penyebab angka kematian yang paling tinggi di berbagai negara dunia saat ini. Sudah banyak korban yang meninggal dunia. Bahkan banyak juga tenaga medis yang menjadi korban lalu meninggal. Hal ini menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh dunia saat ini, untuk melakukan berbagai kebijakan termasuk di negara Indonesia sendiri. Indonesia pun juga merasakan akan dampak penyebaran virus ini. Semakin hari semakin cepat menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia.
Akibat dari pandemi covid 19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 di Indonesia. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah di Indonesia salah satunya dengan menerapkan himbauan kepada masyarakat agar melakukan physical distancing yaitu himbauan untuk menjaga jarak diantara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Upaya tersebut ditujukan kepada masyarakat agar dapat dilakukan untuk memutus rantai penyebaran pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.
Dampak wabah virus Corona atau Covid 19 tidak hanya merugikan sisi kesehatan, bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha. Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus corona terhadap industri. Beberapa stimulus ekonomi diluncurkan, bahkan Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk melakukan social distancing termasuk Work From Home (WFH) dan beberapa Kepala Daerah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Virus corona yang melanda Indonesia sejak Maret hingga sekarang belum juga usai, para pegawai dirumahkan bahkan ada yang sampai di phk, para pedagang sepi pembeli, dan  seluruh siswa dan mahasiswa belajar online dirumah. Mahasiswa mengeluh mengenai sistem pembelajaran yang tadinya tatap muka  menjadi daring atau online sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Dengan diadakannya kuliah online hanya beberapa dosen yang memberikan materi secara jelas, selebihnya hanya memberikan tugas tanpa adanya pembahasan materi terlebih dahulu. Pemahaman materi inilah yang diperlukan oleh para mahasiswa, karena jika tidak ada pemahaman materi dan hanya diberikan tugas yang tiada henti, mahasiswa menjadi keberatan dikarenakan dosen tersebut tidak menjelaskan sedikitpun. Ada pula dosen yang hanya memberikan tugas dengan waktu yang sangat mepet untuk dikerjakan tanpa dosen tersebut memberikan materi. Ada pula dosen yang hilang kabar lalu tiba-tiba memberi tugas pada malam hari dengan waktu yang mepet, setelah tugas tersebut diserahkan tetapi jawaban tugas itu ditolak oleh dosen tersebut karena harus direvisi ulang.
Bukan hanya dari segi tugas yang terus mengalir, ketika masuk untuk mengikuti pembelajaran online ada mahasiswa yang kesulitan untuk mengikuti pembelajaran tersebut, karena didaerah yang susah sinyal dan kuota internet habis sehingga ketinggalan materi.
Lalu mahasiswa juga mengeluh tentang biaya kuliah yang tetap dibayar penuh, karena mahasiswa tidak memakai fasilitas kampus selama kuliah online atau daring. Selain biaya kuliah yang dibayar penuh dengan diadakannya kuliah online atau daring, mahasiswa lebih sering membeli kuota internet untuk mengikuti pembelajaran, apalagi mahasiswa yang harus membayar biaya kost-kostan.
Selanjutnya, semoga pandemi ini segera berakhir agar kami dapat melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasa dengan fasilitas kampus yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar