TM
14
Nama:
Ajeng Iranda
NPM:
119050003
Kelas:
1A
Mata
Kuliah: Penulisan Populer
(Tajuk
Rencana)
KELUHAN MAHASISWA MENGENAI KULIAH
ONLINE
Akhir-akhir ini berbagai negara
di dunia, tengah dikejutkan dengan wabah suatu penyakit yang disebabkan oleh
virus bernama corona atau lebih dikenal dengan istilah covid 19 (Corona
Virus Diseases 19). Virus ini awalnya mulai berkembang di Wuhan, China.
Wabah virus ini memang penularannya sangat cepat menyebar ke berbagai negara di
dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah
penyebaran virus covid 19 sebagai pandemi dunia saat ini.
Sudah banyak orang di seluruh
dunia yang terpapar dengan virus ini, bahkan menjadi korban kemudian meninggal
dunia. Wabah virus ini telah memakan banyak korban seperti tercatat di negara
Tiongkok, Italia, Spanyol dan negara besar lain di dunia. Penyebaran virus ini
pun sulit dikenali, karena virus ini baru dapat dikenali sekitar 14 hari.
Namun, orang yang telah terpapar dengan virus ini memiliki gejala seperti demam
di atas suhu normal manusia atau diatas suhu 38 C, gangguan pernafasan seperti
batuk, sesak nafas serta dengan gejala lainnya seperti gangguan tenggorokan,
mual, dan pilek. Apabila gejala tersebut sudah dirasakan, maka perlu adanya
karantina mandiri (self quarantine).
Penyebaran virus covid-19
menjadi penyebab angka kematian yang paling tinggi di berbagai negara dunia
saat ini. Sudah banyak korban yang meninggal dunia. Bahkan banyak juga tenaga
medis yang menjadi korban lalu meninggal. Hal ini menjadi permasalahan yang
harus dihadapi oleh dunia saat ini, untuk melakukan berbagai kebijakan termasuk
di negara Indonesia sendiri. Indonesia pun juga merasakan akan dampak penyebaran
virus ini. Semakin hari semakin cepat menyebar ke sejumlah wilayah di
Indonesia.
Akibat dari pandemi covid 19
ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai
penyebaran virus covid 19 di Indonesia. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah di
Indonesia salah satunya dengan menerapkan himbauan kepada masyarakat agar
melakukan physical distancing yaitu himbauan untuk menjaga jarak
diantara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan,
perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang.
Upaya tersebut ditujukan kepada masyarakat agar dapat dilakukan untuk memutus
rantai penyebaran pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.
Dampak wabah virus Corona atau
Covid 19 tidak hanya merugikan sisi kesehatan, bahkan turut mempengaruhi
perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekonomi
global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah
corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha. Di Indonesia,
pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus corona
terhadap industri. Beberapa stimulus ekonomi diluncurkan, bahkan
Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk melakukan social distancing
termasuk Work From Home (WFH) dan beberapa Kepala Daerah memutuskan untuk
meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Virus
corona yang melanda Indonesia sejak Maret hingga sekarang belum juga usai, para
pegawai dirumahkan bahkan ada yang sampai di phk, para pedagang sepi pembeli,
dan seluruh siswa dan mahasiswa belajar
online dirumah. Mahasiswa mengeluh mengenai sistem pembelajaran yang tadinya
tatap muka menjadi daring atau online
sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Dengan
diadakannya kuliah online hanya beberapa dosen yang memberikan materi secara
jelas, selebihnya hanya memberikan tugas tanpa adanya pembahasan materi
terlebih dahulu. Pemahaman materi inilah yang diperlukan oleh para mahasiswa, karena
jika tidak ada pemahaman materi dan hanya diberikan tugas yang tiada henti,
mahasiswa menjadi keberatan dikarenakan dosen tersebut tidak menjelaskan
sedikitpun. Ada pula dosen yang hanya memberikan tugas dengan waktu yang sangat
mepet untuk dikerjakan tanpa dosen tersebut memberikan materi. Ada pula dosen
yang hilang kabar lalu tiba-tiba memberi tugas pada malam hari dengan waktu
yang mepet, setelah tugas tersebut diserahkan tetapi jawaban tugas itu ditolak
oleh dosen tersebut karena harus direvisi ulang.
Bukan
hanya dari segi tugas yang terus mengalir, ketika masuk untuk mengikuti
pembelajaran online ada mahasiswa yang kesulitan untuk mengikuti pembelajaran
tersebut, karena didaerah yang susah sinyal dan kuota internet habis sehingga
ketinggalan materi.
Lalu
mahasiswa juga mengeluh tentang biaya kuliah yang tetap dibayar penuh, karena
mahasiswa tidak memakai fasilitas kampus selama kuliah online atau daring. Selain
biaya kuliah yang dibayar penuh dengan diadakannya kuliah online atau daring,
mahasiswa lebih sering membeli kuota internet untuk mengikuti pembelajaran,
apalagi mahasiswa yang harus membayar biaya kost-kostan.
Selanjutnya,
semoga pandemi ini segera berakhir agar kami dapat melakukan pembelajaran tatap
muka seperti biasa dengan fasilitas kampus yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar